Kaya Hati
Kaya Hati
Jadilah orang yang kaya hati meski miskin harta, jangan menjadi orang
kaya harta tapi miskin hati

Berbicara tentang hati, Masalah
hati adalah hal yang paling sulit untuk dimengerti dan paling sulit untuk diungkapkan pasalnya tak seorangpun mengetahui apa yang terkandung dan tersimpan
di hati seseorang. Bisa saja seseorang memasang wajah senang dan gembira tapi
hatinya menangis hancur berkeping-keping bagaikan gelas yang dibanting
kelantai dengan keras. Bisa saja seseorang memasang wajah sedih dan galau
tetapi hatinya dalam keadaan gembira, kita tidak tahu apa yang ada di dalam
hati mereka.
“lebi baik
sakit gigi dari pada sakit hati ini” sebuah lirik lagu yang di populerkan Meggy
Z , padahal sakit gigi itu sakitnya bukan main, coba aja tanyakan ke orang yang
sakit gigi kalau belum pernah mersakannya, tapi kata Meggy Z lebih baik sakit
gigi dari pada sakit hati, emang betul. Lukanya emang tidak nampak tapi
sakitnya parah dan menyiksa.
Seorang yang
mempunyai istri lebih dari satu, mengaku mencintai semua istrinya dengan adil
tanpa pilih kasih, ketahuilah itu hanya sebatas suara yang keluar dari mulut
saja, sama sekali tidak berdasar apa yang terkandung di hatinya, pasti ada
seorang dari istrinya yang ia lebih cintai dari pada yang lainnya entah karena lebih
cantik, lebih kaya, lebih istimewa dan lain sebagainya. Masalah hati tidak bisa
dibohongi dan dipungkiri. Rasulullah SAW juga sama walaupun beliau adalah
sebaik-baiknya manusia, tapi dalam urusan hati juga tidak bisa adil, karena
Allah SWT memang sudah menjelaskannya dalam Alquran pedoman kita, “dan pastilah kalian tidak akan bisa berbuat
adil dalam urusan wanita” Q.s Annisa’ . Ketika Rasulullah sedang sendiri
beliau berkata “ sungguh merupakan suatu
rizki yang besar yaitu membuatku mencintainya” perkataan ini di peruntukkan
untuk Khadijah RA yang pada saat tu di dengar oleh Aisyah yang merupakan istri
beliau yang membuatnya merasa cemburu. Walaupun Aisyah adalah istri yang lebih muda.
Kebanyakan
santri lebih memilih dipukul dengan kayu besar ketika mendapatkan hukuman atas
kesalahannya dibandingkan dipukul dengan perkataan yang menusuk hati katanya”
pukulan dengan perkataan yang menusuk hati, itu lebih sakit daripada dipukul
dengan kayu walaupun sampai patah menjadi 100 bagian”.
Banyak
orang yang celaka karena perkataannya faktanya memang begitu mengapa bisa
begitu? Padahal itu hanya sebuah perkataan saja, karena perkataan bisa membuat
hati orang menjadi sakit dan juga bisa membuatnya menjadi senang, seorang yang
di hina akan merasa sakit dan orang yang mendapatkan pujian akan senang.
Inilah
hati, sakitnya tidak nampak tapi dampaknya sangat besar. Inilah hati mudah tuk
sakit dan sulit tuk sembuh. Inilah hati tak bisa di bohongi dan di kira.
Sebenarnya
masalah hati ini mudah saja kita selesaikan ketika kita menemuinya, mengapa
kita sakit hati? Jawabannya mudah, karena kita memasukannya sesuatu yang bisa
membuat hati kita menjadi sakit. Jadi itulah jawabannya, jadi solusi agar tidak
sakit hati adalah jangan sekali-kali memasukkan apapun yang bisa membuat hati
menjadi sakit. Seperti itulah orang-orang yang memiliki hati yang kaya, hati
yang besar hati yang lapang dan hati yang luas.
Jadi salahkan
diri kita jika kita sakit hati. Mengapa kita memasukkan sesuatu yang membuat
hati kita ke dalam hati? Usir segala sesuatu yang menyakiti hati dan menodainya
karena kita sendiri yang akan merugi, dapat sakit dapat dosa pula, kemudian
hati menjadi kotor ternodai. Sudah jangan dengarkan perkataan-perkataan yang
menyakiti, anggaplah itu hanya angin lewat, usirlah jangan sampai dimasukkan
kedalam hati. Jadi menurut penulis yang juga merupakan sorang santri, ketika dihukum dan diberi pilihan akan dipukul dengan kayu atau dengan perkatan, maka
saya akan jelas memilih dipukul dengan perkataan saja. Ketika dimarahi, didengarkan dan diambil yang bermanfaat yang berpotensi membuat hati sakit dibuang diusir sejauh-jauhnya dari hati. Jadi ketika kita sudah memiliki hati
yang kaya maka biarkanlah orang mengejek, menghina dan menghujat kita, kita
dengarkan tapi jangan di masukkan ke dalam hati.
Jadilah
orang yang kaya hati meski miskin harta, jangan menjadi orang kaya harta tapi
miskin hati. Orang yang kaya hati akan selalu sabar dan tabah dalam kondisi
apapun, kelaparan senang kenyangpun senang, dan akan membuatnya untung di dunia
dan di akhirat. Tetapi orang kaya harta tapi miskin hatinya meskipin
kebutuhannya tercukupi dan bahkan lebih dari cukup, akan tetap tidak puas
sering iri hati dan dengki kepada orang-orang yang lebih kaya darinya, hatinya
sering tersakiti dan lai-lain yang akan membuatnya sengsara di dunia dan di
akhirat. Ingat Allah SWT tidak melihat seseorang dari wajahnya, bukan dari
penampilannya , juga bukan dari hartanya tapi Allah SWT melihat kepada hati
seseorang, suci kah atau kotor kah.
Maka benar
kata Aa’ Gym dalam lagunya”jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentara
hidup ini” mengapa kita harus jaga? Karena Allah melihat hati bukan harta bukan
jabatan dan lainnya, juga karena dari hati inilah kita berniat, lalu bagaimana
kita berniat baik dengan hati yang kotor? Sedangkan niat merupakan dasar segala
sesuatu.
sip...............
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssoooy.. Masuuk tenaan...
BalasHapusbetuul banget bang.....
BalasHapus